GRATIS Ongkir & Promo Terbaik Cuma di Aplikasi Diri Care!

Download
Diri Clinic

Double Eyelid Surgery (Blepharoplasty): Prosedur, Biaya, dan Risiko

Tim Penulis Diri-19 Jan 2026

Pernah kepikiran kenapa sebagian orang matanya terlihat lebih besar dan segar, sementara yang lain cenderung sayu karena kelopak matanya rata alias monolid? Nah, jawabannya bisa jadi ada di double eyelid surgery atau yang sering disebut blepharoplasty. Prosedur ini lagi hits banget di dunia kecantikan, terutama di Asia, karena bisa bikin mata jadi lebih hidup, ekspresif, bahkan bikin wajah kelihatan lebih muda. 

Tapi sebelum buru-buru daftar ke klinik, ada baiknya kita kupas dulu bareng-bareng, sebenarnya gimana sih proses operasinya, berapa biayanya, dan apa saja risiko yang perlu dipertimbangkan?


Apa Itu Double Eyelid Surgery?

Double eyelid surgery atau blepharoplasty adalah prosedur bedah estetika yang bertujuan membentuk lipatan pada kelopak mata atas. Prosedur ini populer di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, karena banyak orang terlahir dengan kelopak mata monolid (tanpa lipatan). Dengan adanya lipatan, mata akan tampak lebih besar, segar, dan simetris.

Selain untuk tujuan estetika, blepharoplasty juga bisa dilakukan karena alasan medis, misalnya ketika kulit kelopak mata berlebih mengganggu penglihatan.


Prosedur Double Eyelid Surgery

Bagaimana prosedur double eyelid surgery ini berlangsung? Berikut tahapannya.


1. Konsultasi Awal

Sebelum menjalani operasi, pasien akan melakukan konsultasi dengan dokter bedah plastik. Pada tahap ini, dokter biasanya menanyakan riwayat kesehatan, termasuk alergi, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, atau riwayat penyakit tertentu yang mungkin memengaruhi jalannya operasi. 

Dokter juga akan memeriksa kondisi kelopak mata, ketebalan kulit, serta distribusi lemak di area mata. Hal ini penting agar hasil lipatan yang terbentuk sesuai dengan anatomi wajah pasien. Selain itu, konsultasi juga menjadi momen untuk mendiskusikan ekspektasi, apakah pasien ingin hasil yang natural, lebih tegas, atau sekadar memperbaiki bentuk yang sudah ada. Dengan begitu, dokter bisa memberikan rekomendasi metode operasi yang paling tepat.


2. Pemilihan Teknik Operasi

Double eyelid surgery memiliki dua teknik utama, yaitu metode insisi (full incision) dan metode non-insisi (suture atau minimal invasive). 

a. Metode Insisi (Full Incision)

Pada teknik insisi, dokter membuat sayatan kecil pada kelopak mata untuk mengangkat kelebihan kulit dan lemak, kemudian membentuk lipatan baru yang permanen. Metode ini biasanya dipilih oleh pasien dengan kulit kelopak mata tebal atau berlebih. Hasilnya pun permanen.

b. Metode Non-Insisi (Suture/Minimal Invasive)

Pada metode ini, hanya menggunakan jahitan khusus tanpa sayatan besar, sehingga prosesnya lebih cepat dan bekasnya minim. Teknik ini cocok bagi pasien muda dengan kulit kelopak mata tipis dan elastis. Walaupun prosesnya lebih singkat dan pemulihannya cepat, namun hasilnya bisa kurang permanen dibanding insisi.


3. Proses Operasi

Pada hari tindakan, pasien biasanya diberikan anestesi lokal di area kelopak mata agar tidak merasakan nyeri, meskipun tetap dalam kondisi sadar. Dokter kemudian mulai melakukan prosedur sesuai teknik yang dipilih. 

Jika menggunakan metode insisi, sayatan kecil dibuat di lipatan alami mata atau area yang ditentukan sebelumnya, kemudian lemak atau kulit berlebih diangkat. Setelah itu, dokter membentuk lipatan baru dan menutup sayatan dengan jahitan halus. 

Sementara pada metode non-insisi, dokter hanya memasukkan benang khusus untuk menciptakan lipatan tanpa mengangkat jaringan. Proses operasi relatif singkat, sekitar 30 - 60 menit, tergantung kompleksitas kasus.


4. Masa Pemulihan

Setelah operasi selesai, pasien biasanya diperbolehkan pulang di hari yang sama. Pada beberapa hari pertama, area sekitar mata akan mengalami pembengkakan dan memar ringan. Dokter biasanya memberikan obat pereda nyeri, antibiotik, serta instruksi perawatan seperti mengompres mata dengan es untuk mengurangi bengkak. 


Jahitan biasanya dilepas dalam waktu 5 - 7 hari pada metode insisi, sedangkan metode non-insisi umumnya tidak memerlukan pelepasan jahitan. Masa pemulihan penuh dapat memakan waktu 2 - 4 minggu, tergantung kondisi pasien dan teknik yang digunakan. Selama proses ini, pasien dianjurkan untuk menghindari aktivitas berat, tidak mengucek mata, serta rutin melakukan kontrol agar hasil operasi tetap optimal.


Biaya Double Eyelid Surgery

Biaya blepharoplasty sangat bervariasi, tergantung pada klinik, pengalaman dokter, hingga metode yang dipilih. Secara umum, kisaran harga di Indonesia adalah:

  • Metode Non-Insisi (Suture): Rp7.000.000 - Rp15.000.000
  • Metode Insisi (Full): Rp15.000.000 - Rp30.000.000

Faktor lain yang memengaruhi biaya antara lain fasilitas klinik, obat-obatan pasca operasi, serta sesi konsultasi tambahan. Di luar negeri, seperti Korea Selatan atau Singapura, biaya bisa mencapai USD 2.000 - 5.000 (sekitar Rp30juta - Rp75juta).


Risiko dan Efek Samping Double Eyelid Surgery

Meski tergolong prosedur yang aman jika dilakukan oleh tenaga profesional, blepharoplasty tetap memiliki risiko dan efek samping. Beberapa di antaranya.


1. Bengkak dan Memar

Hampir semua pasien akan mengalami bengkak dan memar di area sekitar mata setelah operasi. Hal ini wajar terjadi karena adanya trauma pada jaringan akibat sayatan atau jahitan. Biasanya, pembengkakan berkurang secara signifikan dalam 1 - 2 minggu pertama, meski pada sebagian orang bisa bertahan hingga beberapa minggu. Dengan perawatan sederhana seperti kompres dingin dan istirahat cukup, kondisi ini umumnya dapat diatasi tanpa masalah serius.


2. Infeksi Luka

Risiko infeksi bisa terjadi jika area operasi tidak dijaga kebersihannya atau jika pasien tidak mematuhi instruksi perawatan pasca operasi. Tanda-tanda infeksi biasanya berupa kemerahan berlebihan, rasa nyeri, keluarnya cairan, atau demam. Untuk mencegah hal ini, dokter biasanya memberikan antibiotik baik dalam bentuk oral maupun salep.


3. Hasil Asimetri

Salah satu kekhawatiran terbesar pasien adalah hasil lipatan yang tidak simetris. Hal ini bisa dipengaruhi oleh anatomi alami wajah, penyembuhan jaringan, atau teknik operasi yang digunakan. Dalam beberapa kasus, hasil asimetri dapat diperbaiki dengan tindakan koreksi ulang.


4. Mata Kering dan Terasa Kencang

Setelah operasi, sebagian pasien mungkin mengalami mata kering, perih, atau sensasi seperti kelopak mata terasa “kencang”. Gejala ini biasanya hanya berlangsung sementara hingga mata menyesuaikan diri dengan lipatan baru. Dokter umumnya akan memberikan obat tetes mata untuk menjaga kelembapan dan mengurangi rasa tidak nyaman. Namun, jika gejala berlangsung lama, pasien perlu kembali memeriksakan diri.


5. Bekas Luka 

Pada metode insisi, bekas luka bisa tampak jelas dalam beberapa minggu pertama, tetapi biasanya memudar seiring waktu. Namun, pada sebagian kecil kasus, bekas luka bisa menjadi lebih tebal (scar hypertrophy) atau menimbulkan ketidaknyamanan.

Bagi kamu yang ingin tampil lebih percaya diri dengan kelopak mata yang cantik, blepharoplasty bisa menjadi pilihan, asalkan dilakukan dengan pertimbangan matang dan di Klinik Diri yang terpercaya.

Tag:
anti aging
Share:
WhatsAppTwitterFacebookTelegram
Artikel terkait

3 langkah mudah beli produk #RawatDiri

Dapatkan produk efektif dari dokter, dibuat personal untukmu.

person
Isi kuesioner simpel
Isi pertanyaan singkat tentang kondisimu. Tim Klinis akan memeriksa dan merespon kamu dengan segera.
truck
Beli produk dan terima paket cepat
Pilih dan bayar produk rekomendasi Diri. Terima di alamatmu dengan cepat.
pointer
Nikmati layanan perawatan berkelanjutan
Punya pertanyaan seputar perawatanmu? Tanya-jawab dengan tim klinis Diri GRATIS selama perawatan.