GRATIS Ongkir & Promo Terbaik Cuma di Aplikasi Diri Care!

Download
Diri Clinic

Post-Treatment Care: Panduan Merawat Kulit Setelah Perawatan Clinic

Tim Penulis Diri-02 Jan 2026

Melakukan perawatan kulit di klinik kecantikan memang bisa memberikan hasil instan dan signifikan, mulai dari kulit lebih cerah, bebas jerawat, hingga tampak lebih awet muda. Namun, yang sering terlupakan adalah bagaimana cara merawat kulit setelah perawatan selesai. Faktanya, post-treatment care atau perawatan setelah treatment memegang peran penting dalam menjaga hasil tetap optimal sekaligus mencegah efek samping. Tanpa perawatan lanjutan yang benar, kulit bisa mengalami iritasi, kemerahan, bahkan hasil perawatan jadi kurang maksimal.

Terus, gimana sih cara merawat kulit setelah treatment klinik? Yuk, kita bahas mulai dari tips dasar, kebiasaan yang perlu dihindari, hingga rekomendasi produk yang aman digunakan.

Mengapa Post-Treatment Care Itu Penting?

Setiap treatment di klinik, baik itu laser, chemical peeling, microdermabrasion, hingga filler, pada dasarnya menimbulkan “trauma” kecil pada kulit. Proses ini merangsang regenerasi sel dan kolagen, tetapi kulit membutuhkan waktu untuk pulih.

Beberapa alasan pentingnya post-treatment care antara lain:

  • Mempercepat pemulihan kulit dari kemerahan, bengkak, atau iritasi.
  • Meminimalisir risiko infeksi akibat lapisan kulit yang lebih sensitif setelah treatment.
  • Mempertahankan hasil perawatan agar bertahan lebih lama.
  • Melindungi kulit dari faktor eksternal seperti polusi dan sinar UV.

Tips Perawatan Kulit Setelah Treatment Klinik

1. Bersihkan Wajah dengan Lembut

Setelah perawatan, kulit biasanya lebih sensitif dan tidak boleh terkena produk pembersih yang keras. Gunakan facial wash dengan formula ringan, bebas alkohol, dan non-fragrance. Hindari menggosok wajah terlalu kuat, cukup usap lembut menggunakan tangan lalu bilas dengan air dingin atau suhu ruangan.

2. Gunakan Pelembap yang Menenangkan

Kulit pasca-treatment sering kali terasa kering atau perih. Aplikasikan pelembap yang mengandung bahan soothing seperti aloe vera, panthenol, atau ceramide. Pelembap berfungsi mengunci kelembapan sekaligus membantu memperkuat skin barrier yang sedang dalam masa pemulihan.

3. Jangan Lewatkan Sunscreen

Perawatan klinik biasanya membuat kulit lebih rentan terhadap sinar matahari. Oleh karena itu, penggunaan sunscreen dengan minimal SPF 30 sangat dianjurkan, bahkan saat berada di dalam ruangan. Pilih sunscreen dengan tekstur ringan dan bebas bahan iritatif. Ulangi pemakaian setiap 3-4 jam bila beraktivitas di luar ruangan.

4. Hindari Makeup Berat

Meskipun ingin segera tampil flawless, sebaiknya hindari penggunaan makeup tebal setidaknya 24–48 jam setelah perawatan. Foundation atau concealer yang terlalu berat bisa menyumbat pori dan menghambat proses penyembuhan. Jika perlu, gunakan tinted moisturizer atau bedak tabur mineral sebagai alternatif yang lebih aman.

5. Jauhi Aktivitas yang Memicu Keringat Berlebih

Olahraga intens, sauna, atau berenang sebaiknya ditunda selama beberapa hari. Keringat berlebih bisa menyebabkan iritasi, sementara klorin dari kolam renang dapat memperparah sensitivitas kulit. Beri waktu pada kulit untuk benar-benar pulih sebelum kembali ke rutinitas tersebut.

6. Hindari Produk Eksfoliasi

Produk skincare dengan kandungan AHA, BHA, retinol, atau scrub sebaiknya dihindari selama beberapa hari hingga seminggu, tergantung jenis treatment. Kulit yang masih sensitif rentan mengalami over-exfoliation bila terkena bahan aktif terlalu cepat.

Kebiasaan yang Harus Dihindari Setelah Perawatan

Selain melakukan perawatan rutin, ada beberapa kebiasaan yang perlu dihindari untuk menjaga hasil treatment tetap optimal:

  • Menggaruk atau memencet kulit yang sedang mengelupas. Biarkan proses regenerasi berlangsung alami.
  • Tidur dengan posisi wajah menempel bantal terlalu lama, terutama setelah filler atau botox, karena bisa memengaruhi hasil.
  • Menggunakan air panas saat mencuci wajah atau mandi. Lebih baik gunakan air dingin atau suam-suam kuku.
  • Mengonsumsi alkohol dan merokok, karena bisa memperlambat penyembuhan kulit.

Rekomendasi Produk Post-Treatment Care

Saat kulit masih sensitif, penting memilih produk yang aman. Beberapa kategori produk yang direkomendasikan antara lain:

1. Gentle Cleanser

Sabun wajah yang lembut atau gentle cleanser menjadi pilihan utama setelah melakukan perawatan klinik. Kulit yang baru saja menjalani treatment biasanya lebih sensitif sehingga tidak boleh terkena bahan pembersih yang keras seperti SLS (Sodium Lauryl Sulfate), alkohol, atau parfum. Pilih pembersih dengan pH seimbang (sekitar 5,5) yang bisa membersihkan kotoran tanpa merusak lapisan pelindung kulit. Gentle cleanser umumnya berbentuk gel atau lotion dengan tekstur ringan, sehingga mampu membersihkan debu dan minyak tanpa menimbulkan rasa perih atau ketarik di wajah.

2. Soothing Moisturizer

Setelah treatment, kulit sering kali terasa kering, gatal, atau bahkan perih. Untuk mengatasinya, gunakan pelembap dengan kandungan soothing seperti ceramide, panthenol, hyaluronic acid, atau aloe vera. Ceramide membantu memperbaiki skin barrier, panthenol menenangkan kulit, sedangkan hyaluronic acid memberikan hidrasi mendalam. 

Pemakaian pelembap secara rutin bukan hanya menjaga kelembapan, tetapi juga mempercepat proses regenerasi kulit yang sedang dalam masa pemulihan. Sebaiknya pilih pelembap dengan tekstur ringan (cream atau gel) agar cepat menyerap dan tidak menimbulkan rasa lengket.

3. Hydrating Mist

Produk hydrating mist atau facial spray bisa menjadi penyelamat saat kulit terasa kering atau panas setelah perawatan. Biasanya, hydrating mist mengandung thermal spring water atau mineral water yang membantu menenangkan kulit, memberikan rasa segar, sekaligus menjaga kelembapan. 

Mist ini bisa digunakan kapan saja, terutama saat berada di ruangan ber-AC yang membuat kulit lebih cepat dehidrasi. Penggunaannya juga praktis karena hanya perlu disemprotkan secara merata ke wajah tanpa perlu diusap, sehingga aman untuk kulit yang masih sensitif.

4. Mineral Sunscreen

Perlindungan dari sinar matahari merupakan langkah terpenting setelah perawatan klinik, karena kulit pasca-treatment lebih rentan mengalami hiperpigmentasi. Mineral sunscreen menjadi pilihan terbaik dibanding chemical sunscreen, sebab formulanya lebih lembut dan minim risiko iritasi. Kandungan zinc oxide atau titanium dioxide pada sunscreen ini bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung di atas kulit untuk memantulkan sinar UV. Pilih sunscreen dengan SPF minimal 30 dan re-apply setiap 3 - 4 jam. 

Setiap orang memiliki jenis kulit dan jenis perawatan yang berbeda. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti instruksi khusus dari dokter atau therapist klinik tempat kamu melakukan treatment seperti di Klinik Diri. Jangan ragu bertanya mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pasca perawatan. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan hasil yang aman, nyaman, dan maksimal.

Tag:
tips
Share:
WhatsAppTwitterFacebookTelegram
Artikel terkait

3 langkah mudah beli produk #RawatDiri

Dapatkan produk efektif dari dokter, dibuat personal untukmu.

person
Isi kuesioner simpel
Isi pertanyaan singkat tentang kondisimu. Tim Klinis akan memeriksa dan merespon kamu dengan segera.
truck
Beli produk dan terima paket cepat
Pilih dan bayar produk rekomendasi Diri. Terima di alamatmu dengan cepat.
pointer
Nikmati layanan perawatan berkelanjutan
Punya pertanyaan seputar perawatanmu? Tanya-jawab dengan tim klinis Diri GRATIS selama perawatan.