Selama menjalani puasa, tubuh mengalami perubahan asupan cairan. Saat berpuasa, kebutuhan cairan harus dipenuhi dalam waktu yang terbatas, yaitu saat sahur dan berbuka. Kondisi ini seringkali membuat tubuh, termasuk kulit, lebih rentan mengalami kekurangan cairan. Akibatnya, kulit bisa terasa lebih kering, kusam, bahkan tampak kurang segar.
Menjaga hidrasi dan merawat kulit dengan tepat selama puasa sangat penting agar kulit tetap sehat, lembab, dan glowing. Lalu, bagaimana cara menjaga kelembaban kulit selama puasa?
Apa yang Terjadi Pada Kulit Saat Tubuh Kekurangan Cairan?
Saat tubuh kekurangan cairan selama puasa, kulit akan lebih mudah kehilangan kelembabannya. Kondisi ini membuat kulit terasa kering, tertarik, dan tampak kusam karena lapisan pelindung kulit nggak bekerja optimal. Jika dibiarkan, kulit juga bisa menjadi lebih sensitif, mudah iritasi, dan terlihat kurang segar meskipun nggak mengalami masalah kulit tertentu.
Selama berpuasa, risiko kekurangan cairan memang meningkat karena tubuh nggak mendapatkan asupan air sepanjang hari. Oleh karena itu, kamu perlu strategi perawatan kulit dan pola hidrasi yang tepat agar kulit tetap sehat dan terjaga kelembabannya.
Tips Merawat Kulit Selama Puasa
Berikut beberapa tips untuk menghidrasi dan merawat kulit selama puasa agar tetap sehat!
Penuhi Kebutuhan Cairan saat Sahur dan Berbuka
Selama puasa, tubuh hanya bisa mendapatkan cairan dalam waktu terbatas. Karena itu, penting untuk mencukupi minum air putih saat sahur dan berbuka. Minumlah secara bertahap agar tubuh dapat menyerap cairan dengan baik.
Kamu bisa menerapkan pola minum air putih yang dibagi menjadi 2 gelas saat berbuka, 4 gelas antara berbuka sampai sebelum tidur, dan 2 gelas saat sahur.
Pilih Cleanser yang Lembut
Saat puasa, tubuh cenderung lebih mudah mengalami kekurangan cairan sehingga kulit menjadi lebih kering dan sensitif. Penggunaan cleanser yang gentle membantu membersihkan kotoran tanpa menghilangkan minyak alami kulit yang berfungsi menjaga kelembapan.
Dengan pembersih yang lembut, lapisan pelindung kulit tetap terjaga sehingga kulit nggak terasa kering, tertarik, atau iritasi selama puasa.
Gunakan Moisturizer
Moisturizer berperan penting dalam menjaga kelembapan kulit dengan cara mengunci air di dalam lapisan kulit. Menggunakan pelembap secara rutin, terutama setelah mencuci wajah, membantu mencegah kulit menjadi kering dan dehidrasi. Pilih moisturizer sesuai jenis kulit agar hasilnya lebih optimal selama puasa dan nyaman digunakan.
Pilih Skincare dengan Kandungan Hydrating
Produk skincare dengan kandungan hydrating membantu meningkatkan kadar air di kulit. Bahan seperti hyaluronic acid, glycerin, dan ceramide mampu menjaga keseimbangan kelembapan kulit meskipun asupan cairan berkurang.
Selain itu, kandungan skincare tersebut juga memperkuat skin barrier. Penggunaan skincare dengan kandungan ini membantu kulit tetap terasa kenyal dan sehat.
Rutin Gunakan Sunscreen
Paparan sinar matahari dapat mempercepat penguapan air dari kulit dan memperburuk kondisi kulit kering. Menggunakan sunscreen secara rutin membantu melindungi kulit dari sinar UV sekaligus mengurangi risiko kehilangan kelembapan. Gunakan sunscreen dengan minimal SPF 30 dan gunakan ulangi setiap 2-3 jam sekali agar kulit tetap terlindungi.
Gunakan Lip Balm
Bibir nggak memiliki kelenjar minyak seperti area kulit lainnya, sehingga lebih mudah mengalami kekeringan saat tubuh kekurangan cairan.
Penggunaan lip balm membantu menjaga kelembapan bibir dan mencegah bibir pecah-pecah. Pilih lip balm yang bersifat melembapkan dan aman digunakan sehari-hari.
Gunakan Humidifier
Humidifier membantu menjaga kelembapan udara, terutama di ruangan ber-AC yang cenderung kering. Udara yang terlalu kering dapat mempercepat penguapan air dari permukaan kulit sehingga kulit mudah dehidrasi. Dengan kelembapan udara yang terjaga, kulit dapat mempertahankan kadar airnya dan terasa lebih lembap.
Kurangi Konsumsi Kafein
Saat sahur maupun berbuka, sebaiknya batasi konsumsi minuman berkafein. Kafein bersifat diuretik, sehingga dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Kandungan methylxanthine di dalam kafein dapat meningkatkan aliran darah ke ginjal dan menghambat reabsorpsi natrium, yang menyebabkan ginjal mengeluarkan lebih banyak cairan melalui urin. Akibatnya, frekuensi buang air kecil meningkat dan cairan tubuh lebih cepat berkurang.
Nah, itulah 8 tips menjaga kulit tetap terhidrasi dan terawat selama berpuasa. Selain tips di atas, kamu juga bisa melakukan treatment kecantikan di klinik, asal tindakan yang dilakukan nggak memasukkan zat ke dalam tubuh lewat ronnga terbuka seperti mulut, hidung atau telinga, ya! Treatment seperti facial, peeling, laser, atau suntik skinbooster bisa jadi pilihan aman dan nggak bikin batal puasa.
Biar lebaran makin glowing, cobain treatment di Diri Clinic. Kamu juga bisa konsultasi secara online untuk menentukan treatment yang tepat, aman, dan sesuai kebutuhan kulitmu. Yuk, konsultasi sekarang, GRATIS!
Sumber:
https://www.halodoc.com/artikel/berbagai-tips-mencegah-kulit-dehidrasi-saat-puasa
https://primayahospital.com/kulit-dan-kelamin/tips-agar-kulit-tetap-sehat/
https://kosmetikpedia.co.id/tips-skincare-saat-puasa/
