GRATIS Ongkir & Promo Terbaik Cuma di Aplikasi Diri Care!

Download
lifestyle

Binge Eating Disorder: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Tim Penulis Diri-05 Okt 2023
apa itu binge eating disorder

Binge eating disorder (BED) merupakan penyimpangan dalam perilaku makan. Penderita dari BED biasanya akan sering makan dalam jumlah banyak dan sulit menahan dorongan untuk makan. Apabila dibiarkan, BED berpotensi untuk menimbulkan penyakit yang serius, seperti diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, hingga penyakit jantung.


Orang yang melakukan binge eating disorder cenderung mengalami masalah kesehatan mental atau emosional yang tidak terselesaikan. Mari kita cari tahu yuk, penyebab, gejala, dan cara mengatasinya di artikel berikut ini.


Apa Itu Binge Eating Disorder?

Binge Eating Disorder (BED) atau gangguan makan berlebihan adalah suatu gangguan makan yang ditandai oleh pola makan berlebihan secara terus-menerus dan tak terkendali. Penderita BED sering mengonsumsi makanan dalam jumlah yang jauh melebihi kebutuhan normal tubuh dalam periode waktu yang singkat. Mereka merasa kehilangan kendali atas pola makan mereka, tidak mampu menghentikan diri meskipun merasa kenyang atau bahkan tidak lapar.


Sebenarnya, makan dalam jumlah besar tidak akan mempengaruhi kesehatan jika dilakukan sesekali, misalnya saat acara keluarga atau setelah melakukan aktivitas yang menguras energi. Namun, pengidap binge eating disorder akan cenderung makan dalam porsi besar setiap saat. Hal inilah yang dapat memicu penyakit dan komplikasi berbahaya.


Penyebab Binge Eating Disorder

Penyebab Binge Eating Disorder tidak dapat ditentukan secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan gangguan makan ini. Beberapa faktor yang mungkin berperan dalam BED antara lain sebagai berikut.


1. Faktor genetik

Ada bukti bahwa faktor genetik dapat mempengaruhi seseorang terhadap BED. Jika ada riwayat keluarga dengan gangguan makan atau gangguan psikologis lainnya, seseorang mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengidap BED.


2. Faktor psikologis

Beberapa faktor psikologis dapat berperan dalam perkembangan BED, seperti gangguan suasana hati (depresi, kecemasan), rendahnya harga diri, stres kronis, perasaan tidak mampu mengontrol hidup, dan persepsi negatif terhadap tubuh.


3. Trauma dan pengalaman masa lalu

Beberapa individu dengan BED juga memiliki riwayat trauma atau pengalaman masa lalu yang sulit, seperti pelecehan seksual, kekerasan fisik, atau pengabaian. Pengalaman-pengalaman ini dapat berkontribusi terhadap pola makan yang tidak sehat sebagai bentuk mengatasi atau menghindari emosi yang negatif.


4. Tekanan sosial dan budaya

Tekanan sosial dan budaya untuk memiliki penampilan yang sesuai dengan standar kecantikan yang sempurna dapat mempengaruhi persepsi individu terhadap tubuh mereka dan memicu kecemasan dan kekecewaan terhadap penampilan fisik. Hal ini dapat memicu perilaku makan berlebihan sebagai mekanisme koping yang tidak sehat.


5. Ketidakseimbangan neurokimia

Ada kemungkinan adanya perubahan dalam zat-zat kimia di otak yang terkait dengan regulasi nafsu makan dan emosi pada individu dengan BES. Ketidakseimbangan ini dapat mempengaruhi kontrol impuls, memperburuk kontrol makan, dan berkontribusi pada pola makan yang berlebihan.


Tanda dan Gejala Binge Eating Disorder

Tanda dan gejala binge eating disorder dapat meliputi beberapa hal berikut.


1. Makan berlebihan secara berulang

Penderita BED sering mengonsumsi makanan dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada kebutuhan normal tubuh dalam periode waktu yang singkat. Mereka mungkin makan dengan cepat dan tanpa perasaan kenyang yang normal.


2. Perasaan kehilangan kendali

Selama episode makan berlebihan, penderita BED merasa tidak bisa mengontrol pola makan mereka. Mereka mungkin merasa terobsesi dengan makanan, tidak mampu menghentikan diri, dan terus makan meskipun merasa kenyang atau bahkan tidak lapar.


3. Makan diam-diam

Penderita BED sering kali merasa malu atau bersalah tentang kebiasaan makan berlebihan mereka. Untuk menyembunyikan perilaku ini, mereka mungkin makan secara rahasia, terutama ketika tidak ada orang lain di sekitar.


4. Pola makan yang tidak teratur

Penderita BED seringkali memiliki pola makan yang tidak teratur. Mereka mungkin melewatkan makanan reguler atau menjaga pola makan yang sangat ketat setelah melewati episode makan yang berlebihan.


5. Perasaan bersalah dan malu

Setelah episode makan berlebihan, penderita BED sering merasa sangat bersalah, malu, dan depresi tentang perilaku makan mereka. Mereka cenderung merasa rendah diri dan merasa tidak mampu mengontrol kebiasaan makan mereka.


6. Memburuknya kesehatan fisik dan emosional

BED dapat menyebabkan peningkatan berat badan dan obesitas, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan fisik seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Selain itu, penderita juga dapat mengalami dampak emosional yang signifikan, seperti gangguan kecemasan, depresi, dan rendahnya harga diri.


7. Pola makan kompulsif

Penderita BED mungkin memiliki kebiasaan makan yang kompulsif, seperti makan terlalu cepat, makan tanpa sadar, atau makan sebagai respons terhadap emosi negatif.


8. Perhatian yang berlebihan terhadap berat badan dan penampilan

Penderita BED seringkali memiliki perhatian yang berlebihan terhadap berat badan, penampilan fisik, dan citra tubuh. Mereka mungkin mengalami kecemasan dan kekecewaan yang mendalam terkait dengan penampilan mereka.


Cara Mengatasi Binge Eating Disorder

Berikut ini beberapa strategi yang dapat membantu mengatasi masalah binge eating disorder.


1. Konsultasikan dengan profesional kesehatan

Pertama-tama, penting untuk mencari bantuan dari dokter atau profesional kesehatan mental yang berpengalaman dalam gangguan makan. Mereka dapat melakukan penilaian dan memberikan panduan serta perawatan yang sesuai.


2. Terapi psikologis

Terapi kognitif perilaku atau cognitive behavioral therapy (CBT) telah terbukti efektif dalam mengobati BED. CBT membantu mengidentifikasi pola pikir dan perilaku yang tidak sehat terkait makanan, serta mengajarkan strategi untuk mengubahnya. Terapi lain yang dapat bermanfaat termasuk terapi interpersonal dan terapi dukungan emosional.


3. Mengatur pola makan yang seimbang

Bekerjasama dengan seorang ahli diet dapat membantu merancang pola makan yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan individu. Memiliki pola makan yang teratur, memperhatikan rasa lapar dan kenyang, serta menghindari puasa ekstrem atau diet yang ketat dapat membantu mengendalikan episode makan berlebihan.


4. Mengendalikan emosi negatif

Penderita BED harus belajar cara pengendalian stres dan menemukan cara-cara yang sehat untuk mengatasi emosi negatif, seperti dengan olahraga, meditasi, yoga, atau hobi yang menarik. Cari ini dapat membantu mengurangi kecenderungan untuk beralih ke makanan sebagai mekanisme koping.


5. Dukungan sosial

Mendapatkan dukungan dari keluarga, teman, atau kelompok penderita BED dapat sangat membantu dalam proses pemulihan. Berbagi pengalaman, mendapatkan pemahaman, dan mendapatkan dukungan dari mereka yang menghadapi masalah serupa dapat memberikan dorongan dan motivasi yang positif.


6. Menghindari pemicu

Mencoba mengenali situasi atau faktor yang memicu episode makan berlebihan, seperti stres, kebosanan, atau paparan makanan tertentu, dan berusaha menghindarinya atau membuat strategi jitu untuk menghadapinya.


Apabila ada kerabat atau keluarga kamu yang memiliki gejala binge eating disorder, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter terpercaya dan berpengalaman.

 

Sumber:

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2266/binge-eating-disorder

https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/mengenal-binge-eating-disorder


Tag:
solusi
Share:
WhatsAppTwitterFacebookTelegram
Artikel terkait

3 langkah mudah beli produk #RawatDiri

Dapatkan produk efektif dari dokter, dibuat personal untukmu.

person
Isi kuesioner simpel
Isi pertanyaan singkat tentang kondisimu. Tim Klinis akan memeriksa dan merespon kamu dengan segera.
truck
Beli produk dan terima paket cepat
Pilih dan bayar produk rekomendasi Diri. Terima di alamatmu dengan cepat.
pointer
Nikmati layanan perawatan berkelanjutan
Punya pertanyaan seputar perawatanmu? Tanya-jawab dengan tim klinis Diri GRATIS selama perawatan.