Saat memasuki bulan Ramadhan, rutinitas harian kita otomatis ikut berubah. Jam makan jadi lebih terbatas, waktu minum berkurang, dan pola tidur pun sering kali bergeser karena sahur dan aktivitas ibadah malam. Tanpa disadari, perubahan ini bukan cuma berdampak ke energi tubuh, tapi juga ke kondisi kulit.
Nggak sedikit orang yang merasa kulit jadi lebih kering, kusam, atau tiba-tiba muncul jerawat selama puasa. Hal ini wajar terjadi karena saat puasa, tubuh mengalami penyesuaian. Nah, kalau nggak disadari dan disesuaikan, kulit bisa jadi lebih rewel, lho. Pasti kamu juga pengen tampil glowing waktu lebaran kan?
Lewat artikel ini, kita akan membahas masalah kulit yang paling sering muncul saat puasa, lengkap dengan penjelasan penyebab, dan cara mengatasinya secara aman. Jadi, meskipun sedang berpuasa, kulit tetap bisa terawat dan terasa nyaman sepanjang hari.
Kenapa Kondisi Kulit Bisa Berubah saat Berpuasa?
Selama puasa, tubuh kita bukan cuma menahan lapar dan haus, tapi juga soal bagaimana tubuh mengatur ulang energi, hormon, dan metabolisme. Nah, semua perubahan ini punya efek langsung ke kondisi kulit.
1. Perubahan Jam Makan dan Asupan Nutrisi
Saat puasa, frekuensi makan jadi jauh lebih sedikit dibanding hari biasa. Kalau menu sahur dan berbuka kurang seimbang, misalnya minim protein, sayur, atau lemak sehat, kulit bisa kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk regenerasi. Akibatnya, kulit jadi tampak lebih kusam, mudah lelah, dan terasa nggak sesegar biasanya.
2. Berkurangnya Asupan Cairan
Ini salah satu faktor paling terasa. Waktu minum yang terbatas membuat tubuh lebih mudah mengalami dehidrasi ringan. Ketika tubuh kekurangan cairan, kulit akan jadi korban pertama. Kelembaban alami kulit pun menurun karena suplai air dari dalam tubuh tidak maksimal.
3. Pola Tidur yang Berubah
Bangun lebih pagi untuk sahur dan tidur lebih malam karena ibadah atau aktivitas lain sering bikin jam tidur jadi berantakan. Kurang tidur bisa memicu stres pada tubuh dan mengganggu proses regenerasi kulit. Hasilnya, kulit terlihat lebih kusam, muncul mata panda, dan rentan jerawat.
4. Pengaruh Hormon dan Metabolisme Selama Puasa
Saat puasa, tubuh juga akan menyesuaikan produksi hormon dan cara membakar energi. Perubahan hormon ini bisa mempengaruhi produksi minyak di kulit. Pada sebagian orang, kulit jadi lebih kering, sementara pada yang lain, justru bisa jadi lebih berminyak, yang kemudian memicu jerawat atau bruntusan.
Masalah Kulit yang Sering Muncul saat Berpuasa
Pada dasarnya, setiap orang bisa mengalami kondisi yang berbeda, tergantung jenis kulit, aktivitas, dan kebiasaan selama Ramadan. Secara umum, berikut beberapa masalah yang sering dialami seseorang saat berpuasa.
1. Kulit Kering dan Dehidrasi
Kulit kering saat puasa biasanya terasa langsung sejak pagi hingga siang hari. Ciri yang paling umum adalah kulit terasa ketarik, kurang kenyal, dan terlihat lebih kasar dari biasanya. Pada beberapa orang, area pipi dan sekitar mulut jadi mudah mengelupas halus.
Rasa nggak nyaman ini muncul karena kelembaban alami kulit berkurang, sehingga kulit lebih cepat kehilangan air. Kalau dibiarkan, kulit kering bisa terlihat kusam dan terasa makin sensitif saat disentuh.
2. Kulit Kusam
Kulit kusam sering jadi keluhan klasik saat puasa. Wajah terlihat lelah, kurang bercahaya, dan makeup pun terasa kurang menempel dengan baik. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh regenerasi kulit yang melambat, sehingga sel kulit mati menumpuk di permukaan. Kurangnya waktu istirahat juga bikin sirkulasi darah ke kulit nggak optimal. Alhasil, wajah terlihat kurang segar.
3. Jerawat dan Bruntusan
Buat sebagian orang, puasa justru jadi momen munculnya jerawat kecil atau bruntusan, terutama di area dahi, dagu, dan pipi. Produksi minyak yang tidak stabil selama puasa bisa membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. Jika tidak dibersihkan dengan optimal, sumbatan ini bisa berkembang jadi jerawat atau bruntusan yang cukup mengganggu.
4. Kulit Lebih Sensitif
Saat puasa, kulit bisa terasa lebih rewel dari biasanya. Ini menandakan kondisi skin barrier yang sedang tidak optimal. Kulit sensitif juga jadi lebih mudah bereaksi terhadap perubahan cuaca, debu, atau gesekan ringan. Karena itu, banyak orang merasa kulitnya jadi lebih gampang iritasi selama puasa.
5. Bibir Pecah-Pecah dan Area Mata Lebih Gelap
Area bibir dan mata adalah bagian kulit yang paling cepat menunjukkan tanda kelelahan. Bibir sering terasa kering, pecah-pecah, bahkan menggelap. Sementara itu, area bawah mata tampak lebih gelap dan cekung.
Karena kulit di area ini lebih tipis, perubahan kecil pada pola minum dan istirahat langsung terlihat jelas. Tanpa perawatan ekstra, tanda-tanda ini bisa makin kentara seiring berjalannya waktu puasa.
Cara Mengatasi Masalah Kulit saat Puasa
Sebenarnya, puasa bisa dijadikan momen alami bagi tubuh untuk beristirahat dan detox dari dalam, loh. Tantangannya ada pada bagaimana kita menyesuaikan perawatan, supaya tubuh tetap kuat, ibadah lancar, dan kulit pun ikut terjaga kondisinya. Berikut tips yang bisa kamu lakukan:
1. Perawatan dari Dalam
Kulit yang sehat selalu berawal dari apa yang masuk ke dalam tubuh. Selama puasa, kita bisa fokus dalam menjaga keseimbangan cairan, nutrisi, dan istirahat.
Cukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka
Manfaatkan waktu di luar jam puasa untuk minum air secara bertahap. Jangan langsung banyak sekaligus, tapi dibagi-bagi. Mulai dari berbuka hingga sebelum sahur agar tubuh dan kulit tetap terhidrasi secara optimal.
Konsumsi makanan bergizi dan seimbang
Perbanyak asupan protein, sayur, buah, dan lemak sehat. Nutrisi ini membantu proses regenerasi kulit dan menjaga elastisitasnya. Kurangi makanan terlalu manis atau berminyak berlebihan karena bisa memicu masalah kulit tertentu.
Atur pola tidur yang lebih sehat
Meskipun jam tidur berubah, usahakan kualitas tidur tetap terjaga. Tidur yang cukup membantu kulit melakukan proses perbaikan alami, sehingga wajah terlihat lebih segar dan tidak mudah bermasalah selama puasa.
2. Perawatan dari Luar
Selain dari dalam, perawatan kulit dari luar juga perlu disesuaikan agar kulit dapat terjaga secara maksimal.
Pilih skincare yang fokus melembapkan
Gunakan pembersih wajah yang lembut dan pelembab yang membantu mengunci hidrasi. Kandungan bahan-bahan skincare yang ringan dan melembabkan, biasanya jadi pilihan aman untuk menjaga kesehatan kulit selama puasa.
Hindari produk yang terlalu keras atau over-exfoliating
Saat kulit cenderung lebih sensitif, sebaiknya kurangi penggunaan produk dengan kandungan yang terlalu kuat atau melakukan eksfoliasi berlebihan. Biarkan kulit bekerja dengan ritmenya sendiri.
Sunscreen tetap wajib, meski sedang puasa
Paparan sinar matahari tetap bisa memperparah kulit kering dan kusam. Tetap gunakan sunscreen ya untuk melindungi skin barrier dan menjaga kondisi kulit tetap stabil sepanjang hari. Apalagi jika kamu tetap beraktivitas di luar ruangan selama Ramadhan.
Apakah Treatment Klinik Aman Dilakukan saat Puasa?
Puasa bukan berarti harus berhenti total merawat kulit, tapi memang perlu penyesuaian agar tubuh tetap nyaman dan ibadah tidak terganggu. selama jenis treatment dan kondisi tubuh diperhatikan dengan baik, melakukan treatment kecantikan di klinik, aman dilakukan.
Setiap kulit punya kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, konsultasi menjadi kunci utama sebelum menjalani treatment apa pun. Dengan dukungan tenaga medis profesional dan teknologi yang sesuai standar, Diri Clinic bisa menjadi salah satu pilihan untuk memulai perawatan pori-pori secara aman dan terarah.
Referensi:
