Puasa bukan alasan untuk berhenti bergerak atau meninggalkan kebiasaan olahraga. Meskipun waktu makan dan minum terbatas, kita tetap bisa menjalani gaya hidup aktif selama puasa, asalkan dilakukan dengan cara yang tepat agar tubuh nggak dehidrasi.
Saat puasa, asupan cairan berkurang sehingga kulit menjadi lebih rentan mengalami dehidrasi, apalagi jika tubuh banyak berkeringat saat olahraga. Tapi, kondisi ini juga bukan alasan untuk berhenti olahraga. Kuncinya adalah memilih waktu, jenis, dan intensitas olahraga yang aman selama puasa. Gimana, sih cara berolahraga yang tepat selama puasa tanpa risiko kulit dehidrasi? Yuk, simak tipsnya!
Apakah Olahraga dapat Membuat Kulit Dehidrasi?
Kulit dehidrasi adalah kondisi saat kulit kekurangan air. Semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak dapat mengalami kondisi ini. Saat dehidrasi, kulit akan terasa kering, tertarik, kusam, lebih sensitif, dan garis halus yang tampak jelas. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat membuat skin barrier menjadi lemah, kulit mudah iritasi, dan sulit mempertahankan kelembaban kulit.
Saat olahraga, tubuh mengeluarkan keringat sebagai cara alami menurunkan suhu tubuh. Keringat ini membawa cairan keluar dan berisiko membuat kulit dehidrasi.
Tapi, penyebab utama kulit dehidrasi bukan olahraganya, tapi kurangnya asupan cairan dan cara tubuh beradaptasi selama puasa. Olahraga yang dilakukan dengan intensitas ringan sedang, di waktu yang tepat, dan disertai hidrasi yang baik, aman dilakukan tanpa membuat kulit dehidrasi.
Jadi, olahraga saat puasa tetap boleh dilakukan dan menyehatkan, asal dilakukan dengan cara yang tepat. Penting untuk memilih jenis olahraga, durasi, waktu, dan menjaga asupan serta perawatan kulit.
Tips Olahraga yang Aman saat Berpuasa
Bagaimana cara olahraga saat berpuasa agar kulit nggak dehidrasi? Yuk, simak tips berikut!
Pilih Waktu yang Tepat
Waktu olahraga sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh dan kulit saat puasa. Olahraga menjelang waktu berbuka atau setelah berbuka jadi pilihan paling aman karena cairan yang hilang lewat keringat bisa segera diganti. Jika olahraga dilakukan terlalu siang, tubuh belum bisa mendapat asupan cairan sehingga risiko kulit terasa kering dan dehidrasi jadi lebih besar.
Pertimbangkan Jenis dan Intensitas Olahraga
Saat puasa, tubuh nggak mendapat asupan energi dan cairan seperti biasanya. Karena itu, sebaiknya pilih olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang. Misalnya, jalan santai, yoga, pilates, angkat beban ringan, bersepeda santai, dan bodyweight exercise ringan (squat, wall push-up, atau lunges).
Olahraga berat yang bikin keringat berlebihan bisa mempercepat kehilangan cairan, termasuk cairan di kulit. Tujuan olahraga saat puasa adalah tetap aktif, bukan memforsir tubuh.
Batasi Durasi Olahraga
Durasi olahraga ideal saat puasa sekitar 20–30 menit. Waktu ini cukup untuk menjaga kebugaran tanpa membuat tubuh dan kulit kehilangan terlalu banyak cairan. Olahraga terlalu lama justru bisa membuat kulit terasa makin kering, badan lemas, dan nggak nyaman.
Perhatikan Kondisi Tubuh
Selalu dengarkan sinyal dari tubuh. Jika muncul tanda seperti pusing, sangat haus, lemas, atau kulit terasa ketarik dan perih, sebaiknya hentikan olahraga. Memaksakan diri saat puasa nggak membuat hasil olahraga lebih baik, justru bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh dan kulit.
Atur Asupan Cairan
Karena nggak bisa minum sepanjang hari, pengaturan cairan jadi sangat penting. Pastikan minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka, serta hindari minuman berkafein berlebihan karena bisa memicu dehidrasi. Asupan cairan yang cukup membantu menjaga kelembaban kulit dari dalam.
Bantu dengan Perawatan dari Luar
Gunakan skincare yang fokus pada hidrasi dan perlindungan skin barrier. Pilih cleanser yang lembut, lanjutkan dengan produk yang mengandung bahan pelembab seperti hyaluronic acid atau glycerin, lalu kunci dengan moisturizer. Jika berolahraga di luar ruangan, jangan lupa gunakan sunscreen agar kulit tetap terlindungi dan nggak semakin kering.
Kesimpulan
Olahraga saat puasa tetap boleh dilakukan saat puasa. Kuncinya ada pada cara mengaturnya, mulai dari memilih waktu olahraga yang tepat, menentukan jenis dan intensitas yang sesuai, serta membatasi durasi agar tubuh nggak kehilangan cairan berlebihan. Asupan cairan yang cukup saat sahur dan berbuka juga berperan penting untuk menjaga hidrasi tubuh dan kulit dari dalam. Agar hasilnya lebih optimal, dukung dengan skincare yang fokus pada hidrasi supaya kulit tetap lembab, sehat, dan nyaman meski beraktivitas selama puasa.
Kalau kamu masih bingung memilih skincare yang tepat saat puasa, kamu bisa konsultasi langsung dengan dokter di Diri Care. Konsultasinya gratis, dan kamu bisa mendapatkan rekomendasi produk dari Diri yang sudah dipersonalisasi sesuai kebutuhan, jenis, dan kondisi kulitmu. Yuk, coba sekarang!
Sumber:
https://hellosehat.com/penyakit-kulit/kesehatan-kulit-puasa/
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/cara-mengatasi-kulit-kering-saat-puasa
https://www.halodoc.com/artikel/kapan-waktu-terbaik-olahraga-saat-puasa
